Habit 1: Jadilah Proaktif

I am The Force Kebiasaan 1, Jadilah Proaktif adalah kunci untuk membuka kebiasaan yang lain…

Read more

Habit 1: Jadilah Proaktif

I am The Force

Kebiasaan 1, Jadilah Proaktif adalah kunci untuk membuka kebiasaan yang lain. Kebiasaan 1 membahas bahwa kita lah sumber motivasi menuju kesuksesan kita masing – masing.kita yang mengemudikan kemana kita akan pergi. Kita yang bertanggung jawab atas kebahagian atau ketidakberhasilan kita masing masing.

Bersikap proaktif adalah bagaimana kita menentukan sikap kita terhadap segala hal yang terjadi di sekitar kita. Kita manusia memiliki akal untuk memilih untuk bersikap negatif (reaktif) atau sebaliknya bersikap positif (proaktif) terhadap keadaan sekeliling kita. Bersikap proaktif adalah cara bagaimana kita mengendalikan hidup kita, bukan malah hidup kita yang mengendalikan sikap kita.
Cara untuk memahami bahwa kita bersikap proaktif yaitu dengan kita membandingkan dengan sifat reaktif.

Dari sana, kita pasti akan memahami apa yang seharusnya kita lakukan. Kita bisa memilih pilihan reaktif dan membiarkan perasaan kita kacau. Atau  bisa bersikap proaktif dan melanjutkan hidup kita tanpa perasaan yang kacau akibat sikap reaktif kita. Dengan bersikap proaktif kita telah mengendalikan hidup kita dengan bersikap sesuai dengan hati nurani kita.

Banyak manfaat bersikap proaktif, antara lain :

  • Tidak lekas tersinggung.
  • Bertanggungjawab terhadap pilihannya sendiri.
  • Berpikir sebelum bertindak.
  • Cepat pulih kalau terjadi sesuatu yang buruk.
  • Selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana.
  • Fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah, bukan malah mengkhawatirkan hal yang tidak bisa diubah.

Inti dari sikap proaktif adalah dua hal, yaitu kita bertanggungjawab terhadap hidup kita, dan bersikap “aku bisa”. Hal ini sesuai dengan kalimat “orang-orang yang berprestasi jarang duduk-duduk menantikan segalanya terjadi pada mereka. Mereka berbuat dan menjadikan semuanya terjadi. Orang-orang yang berhasil dalam dunia ini adalah orang-orang yang bangkit dan mencari keadaan yang mereka inginkan, dan apabila tidak menemukan keadaan tersebut, mereka akan menciptakannya.”

sumber : 7 kebiasaan remaja yang efektif

Habit 2: Memulai dengan Tujuan Akhir

Kendalikan Nasibmu Sendiri! Kalau Tidak, Orang Lain Yang Akan Mengendalikannya. Kebiasaan 2, Memulai dengan Tujuan..

Read more

Habit 2: Memulai dengan Tujuan Akhir

Kendalikan Nasibmu Sendiri! Kalau Tidak, Orang Lain Yang Akan Mengendalikannya.

Kebiasaan 2, Memulai dengan Tujuan Akhir atau Mulai dengan Mengingat Tujuan Akhir kita, adalah cara bagaimana mendapatkan gambaran yang jelas mau ke mana dalam hidup ini. Artinya memutuskan apa saja nilai-nilaimu dan menetapkan sasaran akhir. Apabila kebiasaan 1 mengatakan kita sebagai pengemudinya, maka kebiasaan 2 memerintahkan untuk menentukan ke mana kita akan menuju.

Mengapa begitu penting untuk mempunyai tujuan akhir? Sean Covey mengatakan bahwa ada dua alasan, yaitu karena kita ada dalam persimpangan, sehingga jalan yang akan kita pilih akan mempengaruhi kita selamanya. Alasan kedua adalah bahwa jika kita tidak menentukan masa depan kita sendiri, maka orang lain yang akan memutuskannya. Jadi pilih mana antara masa depan pilihanmu sendiri atau masa depan pilihan orang lain?

Dalam hidup kita, kita memiliki banyak jalan untuk melakukan sesuatu.  Kita juga memiliki banyak jalan untuk menentukan kemana kita akan berjalan. Di dalam melakukan sesuatu ataupun juga dalam menentukan arah jalan, itu akan mempengaruhi jalan hidup kita masing-masing.

Dalam hidup, kita sendirilah yang seharusnya mengendalikan takdir kita. Mungkin orangtua, teman atau siapapun, apakah kita mau mereka untuk menentukan takdir kita? Tentu tidak bukan? Karena itulah kita yang harus bertanggungjawab atas seluruh hidup dan takdir kita. Tanpa tujuan akhir, kita sering kali akan mengikuti orang lain yang mau memimpin, meskipun yang dikerjakan sama sekali tidak bermanfaat bagi kita.

Untuk menjamin kita memiliki tujuan akhir, salah satu cara menemukannya adalah dengan menuliskan pernyataan misi pribadi. Pernyataan misi ini adalah pernyataan mengenai apa yang akan kita lakukan dalam hidup kita, apa saja yang perlu dicapai, selayaknya sebuah cetak biru hidup kita. Pernyataan ini terserah bagaimana bentuknya, baik panjang, pendek, berbentuk esai atau puisi, yang penting tujuan hidup kita tertuang di dalamnya. Pernyataan misi ini seperti pohon dan akar-akarnya yang dalam, tidak bergerak, akan tetapi terus bertumbuh.

Kesalahan terbesar dalam pembuatan pernyataan misi ini ada dua. Yang pertama, para remaja biasanya membuang waktu untuk menyempurnakannya sebelum memulainya. Seharusnya kita segera melakukan meskipun belum sempurna, kemudian dalam proses itu sempurnakan sedikit demi sedikit. Lalu pernyataan misi ini tidak perlu sama dengan orang lain. Cukup tuliskan sesuatu yang dapat menggambarkan diri kita, maka itulah diri kita yang sebenarnya, pernyataan misi kita sendiri.

Selanjutnya adalah menemukan talenta-talenta kita. Apa sih yang kamu berbakat di dalamnya? Apa yang membuatmu dapat melakukannya dengan senang hati? Tidak perlu bakat seperti suara merdu atau pintar olahraga. Bisa saja bakatmu sepele seperti pandai membuat orang tertawa, selalu bersikap ramah, atau bahkan bisa menyanyi dengan bersiul sepanjang hari. Yang penting itu adalah bakat aslimu dan tidak dibuat-buat. Kita hanya harus mendeteksi talenta kita, bukannya menciptakan yang tidak kita punyai.

Ada beberapa cara untuk mengejar sasaran itu, antara lain :

  • Hitung biayanya, yaitu kamu harus menghitung biaya yang harus kamu bayar untuk mencapainya. Misalnya, kamu ingin pandai berolah raga, kamu harus lebih sering berlatih dan mempelajari olahraga yang kamu sukai. Di samping itu, kamu harus rela waktu jalan-jalanmu dan waktu bersantai berkurang, kamu harus rela bercape-cape setiap hari. Setelah menghitung biayanya, maukah kamu berkorban? Apabila tidak jangan lakukan, jangan membuat komitmen yang kamu tau akan kamu langgar. Cara yang lebih baik adalah dengan menjadikan sasaranmu lebih mudah dicapai, sehingga biaya yang kamu bayar akan bisa kamu penuhi.
  • Tuliskan, karena sasaran yang tidak dituliskan hanya akan jadi angan-angan.
  • Laksanakan, karena tidak ada yang sifatnya coba-coba. Kamu harus melakukan apa yang kamu inginkan. Jangan bilang, “akan saya coba”, tapi katakan, “akan saya lakukan”. Seperti ketika pasanganmu menanyakan apakah kamu mau menikahinya, lalu kamu jawab “akan saya coba”, bagaimana perasaanya???
  • Gunakan momentum yang tepat, yaitu saat awalan dan akhiran. Contohnya tahun baru sebagai awalan atau putus hubungan yang menandai akhiran. Dengan memanfaatkan momentum itu kamu akan bisa melaksanakan sasaranmu dengan efektik.
  • “Ikatkan” dirimu dengan orang lain, artinya dalam mencapai tujuanmu, kamu harus memberitahukan apa yang kamu lakukan kepada orang lain sehingga mereka bisa membantumu. Apabila kamu ingin pintar, bicarakan hal itu dengan orang tua, guru, teman bahkan dengan pacarmu, maka kamu bisa didukung orangtuamu, diberi les olah gurumu, berdiskusi dengan temanmu, bahkan mendapat dorongan dari pacarmu. Menjadi lebih mudah bukan?

Satu hal yang harus kamu perhatikan adalah sebaiknya kamu tidak mengacuhkan kelemahanmu, karena yang harus kamu lakukan adalah kembangkan seluruh talentamu (bakatmu) dan gunakan kelemahanmu untuk menjadi kekuatan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Selain itu, takdir kita belum ditentukan sampai kamu melakukan hal yang kamu bisa lakukan, karena itu jadikan hari kita luar biasa dan tinggalkan warisan yang abadi kepada penerus kita dengan mencapai tujuan yang sangat luar biasa. Pendidik Maren Mouritsen mengatakan, “Kebanyakan dari kita takkan pernah melakukan hal-hal besar. Akan tetapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cara yang besar”.

sumber : 7 kebiasaan remaja yang efektif

Habit 3: Dahulukan yang Utama

Kekuatan Gigih dan Kekuatan Enggan. Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama adalah soal belajar menentukan..

Read more

Habit 3: Dahulukan yang Utama

Kekuatan Gigih dan Kekuatan Enggan.

Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama adalah soal belajar menentukan prioritas dan mengatur waktumu sehingga yang penting didahulukan, buka ditunda. Tapi kebiasaan ini lebih dari sekedar mengatur waktu, melainkan juga soal belajar mengatasi ketakutan dan bertahan di saat yang sulit.
Kita punya sederet sasaran serta niat baik, tetapi untuk melaksanakan dan mendahulukannya sangat sulit. Karena itu  kebiasaan 3 memerlukan daya kemauan(kekuatan untuk mengatakan ya kepada hal-hal yang paling penting bagimu) dan daya menolak (kekuatan untuk mengatakan tidak kepada hal-hal yang kurang penting dan terhadap tekanan sesama).

Ketika mengepak koper, kita akan menemukan bahwa masih banyak yang bisa kita masukkan asal ditata dengan rapi ketimbang dimasukan dengan sembarangan. Begitu pula dengan hidup, ketika ditata dengan baik, kita akan menemukan bahwa akan lebih banyak waktu untuk keluarga, teman, dan lain-lain. Berikut adalah suatu model Kuadran Waktu yang diciptakan Sean Covey :

Penting – hal-hal yang paling penting bagimu, kegiatan-kegiatan utama bagimu, yang berkontribusi terhadap tercapainya misi serta sasaranmu. Mendesak – hal-hal yang menekan, yang menuntut perhatian segera.

Untuk memulai, sebaiknya kamu membuat agenda. Pertama buatlah rencana mingguan, karena rentang waktunya pas. Ada 3 langkah yang perlu dilakukan :

  • Rencanakan “batu besar”-mu, yaitu hal-hal penting yang akan kamu lakukan. Jangan terlalu banyak, fokuskan hal yang dapat kamu selesaikan, realistis dan susun agar tidak lebih dari sepuluh atau lima belas.
  • Jadwalkan waktu untuk “batu besar” tersebut. Hal ini penting karena apabila kamu tidak menjadwalkannya, ada kemungkinan waktumu tersita pada hal-hal yang lain yang kurang penting.
  • Jadwalkan segala hal lainnya. Setelah batu besar terjadwal, jadwalkan hal lain yang kamu inginkan.

Apabila sudah selesai, laksanakan, dan mungkin kamu juga perlu sekali-sekali menyusun kembali agenda itu agar lebih terarah.

Kebiasaan 3 selanjutnya adalah mengatasi ketakutan dan tekanan sesama. Seseorang memiliki wilayah aman yang seringkali sulit untuk ditinggalkan. Wilayah aman itu bebas risiko, mudah dan tidak membutuhkan upaya ekstra. Sebaliknya, ada wilayah berani yang mencakup petualangan, risiko dan tantangan.

Segala yang membuatmu tidak nyaman ada di sini. Dengan memasuki wilayah berani kita, hidup tidak akan membosankan, dan kita mendapatkan pengalaman baru. Apabila kita tidak pernah masuk ke dalam wilayah ini, suatu saat ketakutan kita akan membuat keputusan untuk kita. Pernahkah kita gagal menjadi ketua OSIS karena takut berbicara di depan umum, atau takut berkenalan dengan gadis yang kamu suka, atau takut masuk tim basket karena takut bersaing? Karena ketakutan maka kamu kehilangan kesempatan menjadi ketua OSIS, berkenalan dengan gadis mu, dan gagal menjadi olahragawan.

Dalam memasuki wilayah berani ini, bukan orang lain yang harus kamu perhatikan, akan tetapi kamu harus menaklukan dirimu sendiri dan mencapai keberanian yang kamu perlukan. Jangan pedulikan orang lain, yang penting kamu telah berhasil menaklukan dirimu sendiri. Yang terpenting adalah “Menang itu tidak lebih dari bangkit lagi setiap kamu gagal”.

Pujangga Robert Frost menulis, “Ada dua jalan di hutan, dan aku pilih jalan yang lebih jarang dilalui orang, dan itulah yang membuat perbedaan”. Dalam menghadapi tekanan negatif sesamamu yang menyuruhmu melakukan hal yang tidak kamu inginkan, kamu harus mengeluarkan seluruh keberanianmu. Kamu harus berani mengambil sikap untuk menolaknya. Akan tetapi tidak semua tekanan itu buruk, karena apabila kamu mendapatkan tekanan positif dari temanmu, kamu malah harus mengikutinya untuk menjadi lebih baik.

Mendahulukan hal-hal yang utama ini membutuhkan disiplin, disiplin untuk mengatur waktu, disiplin untuk mengatasi ketakutanmu, disiplin untuk menguatkan hatimu di saat-saat sulit dan menolak tekanan sesama. Menjadi orang sukses tidaklah mudah, karena kamu perlu menjalani hal-hal yang mungkin kamu benci. Apakah kamu pikir pemain piano menikmati latihan selama berjam-jam, atau seorang juara kelas senang belajar sampai larut malam agar dapat nilai yang bagus? Semua hal yang ingin kita capai memiliki harga masing-masing, karena itu hitunglah harganya sebelum kamu melakukannya.

sumber : 7 kebiasaan remaja yang efektif

Habit 4: Berpikir Menang-Menang

Hidup Ibarat Jamuan Makan Sepuasnya Apabila kebiasaan 1, 2 dan 3 lebih mengacu pada pengembangan..

Read more

Habit 4: Berpikir Menang-Menang

Hidup Ibarat Jamuan Makan Sepuasnya

Apabila kebiasaan 1, 2 dan 3 lebih mengacu pada pengembangan diri, maka kebiasaan selanjutnya adalah bagaimana cara kita bersikap terhadap orang lain di sekeliling kita.
Kebiasaan 4 : Berpikir Menang-Menang adalah sikap terhadap kehidupan suatu cara berpikir yang mengatakan bahwa saya bisa menang, kamu pun bisa menang. Bukan saya atau kami, tapi sama-sama. Dasar pemikirannya adalah keyakinan bahwa kita semua sama, tidak ada yang lebih rendah dan unggul dari yang lain.

  • Berpikir Menang/Kalah
    Berpikir Menang/Kalah yaitu sikap terhadap kehidupan yang mengatakan bahwa jue sukses itu sudah tetap besarnya, dan kalau kamu mendapatkan potongan besar, sisanya tinggal sedikit untuk saya. Karena itu saya akan memastikan mendapat potongan besar itu lebih dulu. Menang/Kalah cenderung kompetitif.
  • Kalah/Menang
    Kalah/Menang seperti keset kaki, membiarkan orang lain menginjak-injak dirinya, dengan dalih menjadi pembawa damai. Mengalah terhadap tekanan sesama, seperti apabila kelompokmu membolos dan kamu mengalah untuk ikut meskipun kamu tidak mau, menunjukkan kamu Kalah/Menang, kamu kalah dan mereka menang. Apabila ini terus berlanjut, maka kamu akan selalu diinjak-injak orang. Memang sekali-sekali kalah tidak masalah, asalkan itu untuk hal-hal kecil. Akan tetapi jangan sampai kamu terperangkap dalam hubungan yang melecehkan, sehingga kamu selalu saja terpaksa menuruti kemauan orang. Pastikan kamu memegang kendali dalam hal-hal penting.
  • Kalah/Kalah
    Kalah/Kalah mengatakan bahwa “Apabila aku harus jatuh, kamu juga harus jatuh”. Toh, orang sengsara senang ditemani. Dendam adalah contoh yang nyata. Apabila kamu membalas dendammu, kamu mungkin berpikir menang, padahal sebetulnya kamu menyakiti dirimu sendiri. Kalah/Kalah juga bisa terjadi apabila seseorang terobsesi dengan orang lain secara negatif.
  • Menang-Menang
    Menang/Menang adalah keyakinan bahwa semua orang bisa menang. Kamu memedulikan orang lain sebanyak kamu memedulikan dirimu sendiri.

Agar dapat berpikir Menang/Menang, pertama kamu harus memenangkan kemenangan pribadimu (Kebiasaan 1, 2, dan 3). Dengan menenangkan diri, maka kamu dapat berpikir lebih jernih terhadap diri sendiri. Kedua, hindari kecenderungan bersaing dan membanding-bandingkan.

Persaingan akan sehat apabila kamu menantang diri kamu sendiri agar dapat mencapai sesuatu dengan mengerahkan kemampuan terbaikmu. Akan tetapi persaingan akan menjadi buruk apabila kamu mementingkan kemenangan lebih dari apapun sehingga menghalalkan cara yang salah.

Selanjutnya, kecenderungan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain adalah hal lain yang harus dihindari. Kenapa kita harus membangding-bandingkan diri dengan orang lain? Kita semua berada pada jadwal perkembangan yang berbeda-beda, secara sosial, fisik dan mental. Hidup kita ini unik, dan masing-masing dari kita dilengkapi dengan hambatan-hambatan tersendiri. Jadi lebih baik menjadi diri kita sendiri dan berhenti membanding-bandingkan diri.Terkadang seberapa keraspun mencoba, mencari solusi Menang/Menang. Atau pihak lain yang condong pada Menang/Kalah. Dalam hal ini, jangan ikut-ikutan bersikap Menang/Kalah atau bahkan Kalah/Menang. Lebih baik Menang/Menang atau Tidak Sama Sekali.

Mengembangkan sikap Menang/Menang memang tidak mudah. Kamu harus mencobanya sedikit demi sedikit. Kalau kamu baru bisa berpikir hanya 10% dari waktumu sekarang, mulailah meningkatkannya menjadi 20%, kemudian 30%, dan seterusnya. Akhirnya itu akan menjadi kebiasaan tanpa kamu perlu memikirkannya. Dan mungkin keuntungan yang paling mengejutkan dari berpikir Menang/Menang ini adalah perasaan senang yang ditimbulkannya ketika kita bisa menyenangkan orang lain dan kita sendiri mendapatkan keuntungan.

sumber : 7 kebiasaan remaja yang efektif

Habit 5: Berusahalah Untuk Memahami Terlebih Dahulu, Baru Dimengerti

Kamu Punya Dua Telinga dan Satu Mulut Bukan? Setiap manusia memiliki suatu keinginan terpendam di..

Read more

Habit 5: Berusahalah Untuk Memahami Terlebih Dahulu, Baru Dimengerti

Kamu Punya Dua Telinga dan Satu Mulut Bukan?

Setiap manusia memiliki suatu keinginan terpendam di lubuk hatinya yang terdalam agar bisa dimengerti oleh setiap orang. Rasa ingin dimengerti ini menyangkut seluruh tindakan dan pemikiran yang dimilikinya. Setiap orang memiliki persepsi masing-masing terhadap dunia, sehingga setiap orang akan memiliki perbedaan pemikiran yang kadang tidak bisa dimengerti oleh orang lain.

Dalam memahami perasaan orang lain, kita perlu menjadi seorang pendengar yang baik. Akan tetapi, seringkali kita tidak mendengarkan dengan baik. Ada delapan gaya mendengarkan yang buruk, antara lain :

  • Melamun, gaya mendengarkan dimana seseorang yang sedang terlibat pembicaraan melamun sehingga tidak mendengarkan sama sekali apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya.
  • Pura-pura mendengarkan, gaya seorang pendengar yang hampir tidak mengacuhkan apa yang dikatakan lawan bicaranya dan membalas dengan tidak peduli.
  • Mendengarkan secara selektif, gaya seseorang yang hanya mendengarkan apa yang ingin dia dengarkan dan menanggapi hanya bagian apa yang dia perhatikan tersebut.
  • Hanya mendengarkan kata, yaitu gaya mendengarkan seseorang tepat seperti apa yang lawan bicaranya katakan, tanpa memperhatikan bahasa tubuh atau nada perasaan yang sebenarnya mempunyai arti berbeda.
  • Mendengarkan dengan egois, yaitu gaya mendengarkan dengan menuruti keinginan sendiri dan tidak berusaha memahami apa yang ingin disampaikan lawan bicara. Gaya ini seringkali malah menimbulkan perasaan yang tidak nyaman kepada lawan bicara.
  • Menghakimi, Gaya bicara ini biasanya ditandai dengan beberapa sikap, yaitu menghakimi secara sepihak, menasihati dan menggali tentang keadaan lawan bicara. Hal ini sudah jelas sangat tidak menyenangkan bagi lawan bicara.
  • Menasehati, yaitu gaya ketika kita memberikan saran yang diambil dari pengalaman kita sendiri.
  • Menyelidik, yaitu gaya ketika kita berupaya menggali emosi sebelum orang lain siap bercerita.

Apabila kita menunjukkan sikap seperti di atas, dijamin orang yang berbicara dengan kita akan merasa tidak diperhatikan. Teknik mendengarkan yang baik adalah dengan mendengarkan dengan tulus, antara lain :

  • Dengarkan dengan mata, hati dan telinga. Seseorang dalam menyampaikan sesuatu sesungguhnya tidak hanya lewat kata-kata. Kita hanya dapat menangkap sekitar 4% maksud seseorang melalui kata-kata. Akan tetapi kita dapat memahami sebanyak 40% dari nada perasaannya bahkan sebanyak 53% dari memperhatikan bahasa tubuhnya. Oleh karena itu, untuk memahami orang lain dengan lebih baik, pahamilah percakapan melalui telinga, mata dan hati kita.
  • Mengenakan sepatunya, yang berarti selami perasaan mereka. Untuk memahami orang lain, kita perlu menyamakan kacamata kita seperti miliknya. Dengan mencoba memahami sudut pandang mereka, kita pasti akan tahu pemikiran seperti apa yang dimilikinya dan akhirnya kita akan memahami orang lain lebih baik.
  • Berpikirlah seperti cermin. Ini adalah cara yang mengulangi kata-kata yang diucapkan orang dengan kata-kata kita sendiri. Cara ini akan menyebabkan lawan bicara kita merasa diperhatikan saat berbicara, sehingga dia akan membuka diri kepada kita. bersikap seperti cermin bukan mengulang kata-kata persis seperti apa yang diucapkan orang lain, akan tetapi mengulang dengan kata-kata kita sendiri sesuai dengan apa yang kita tangkap. Bersikap seperti cermin tidak harus dilakukan setiap saat, karena akan menghabiskan waktu kita.

Sebaiknya sikap ini dilakukan apabila kita sedang benar-benar akan mendengarkan perasaan lawan bicara kita yang menghadapi masalah berat. Sikap ini tidak diperlukan apabila hanya percakapan ringan atau percakapan sehari-hari.

Dengan memahami perasaan lawan bicara kita, orang tersebut secara tidak sadar akan membuka hatinya untuk mendengarkan apa yang akan kita katakan.Apabila lawan bicara belum merasa dipahami, akan sulit baginya membuka diri dan menerima apa yang akan kita katakan.

Dengan memahami lawan bicara terlebih dahulu, kita akan mendapatkan kepercayaan yang lebih dari orang tersebut. Hanya berusaha memahami orang lain itu baru setengah dari kebiasaan 5 ini. Setengah selanjutnya adalah Berusaha Untuk Dipahami.

Diperlukan keberanian untuk berbicara di depan umum, akan tetapi diperlukan keberanian yang lebih besar untuk berbicara secara umum.

Apabila kita sudah bisa memahami lawan bicara kita, tentu kita ingin agar apa yang kita katakan bisa didengarkan oleh orang lain. Akan tetapi ada 2 syarat agar perkataan kita bisa dipahami oleh orang lain.

  • Yang pertama adalah apakah perkataan kita dapat memberikan manfaat bagi dan feedback bagi lawan bicara kita.
  • Sedangkan yang kedua adalah sampaikan dari sudut pandang “saya”, bukan malah mengatakan “kamu”, sehingga akan memberikan gambaran bahwa apa yang kita katakan berasal dari pikiran kita dan tidak semata-mata menghakimi lawan bicara kita.
sumber : 7 kebiasaan remaja yang efektif

Habit 6: Wujudkan Sinergi

Bersama Lebih Baik Menghormati Perbedaan Sinergi tidak terjadi begitu saja. Sinergi itu butuh proses, kamu..

Read more

Habit 6: Wujudkan Sinergi

Bersama Lebih Baik

Menghormati Perbedaan

Sinergi tidak terjadi begitu saja. Sinergi itu butuh proses, kamu harus mengupayakannya agar terwujud. Landasan untuk mencapainya adalah dengan Belajar menghormati perbedaan.

  • Profil Penghindar
    Penghindar takut (kadang sangat takut) pada perbedaan
  • Profil Tukang Membiarkan
    Tukang membiarkan berpendapat bahwa setiap orang berhak untuk berbeda
  • Profil Penghormat
    Para Penghormat menghargai perbedaan. Mereka melihat perbedaan sebagai kekuatan, bukan kelemahan.
Kita Semua Bisa Menjadi Minoritas

Jauh lebih mudah menghargai perbedaan apabila kita menyadari bahwa ada kalanya kita menjadi minoritas. Kita harus ingat bahwa keberagaman bukanlah hal yang bersifat eksternal, melainkan juga internal.

Jenis yang satu tidak lebih baik dari jenis yang lain, hanya berbeda saja.

  • Kita melihat dengan cara yang berbeda. Setiap orang memandang dunia dengan cara yang berbeda dan memiliki paradigma yang berbeda tentang dirinya sendiri, orang lain, dan kehidupan pada umumnya.
  • Kita memiliki gaya, sifat, dan ciri khas yang berlainan.
Hormati Keberagamanmu Sendiri

Kita cenderung suka bertanya, buah mana yang terbaik? Jawabannya: Itu pertanyaan bodoh.
Dari pada berusaha memaksa masuk kesuatu kelompok dan menjadi seperti orang lain, lebih baik kamu bangga akan perbedaan dan kualitasmu sendiri yang unik.

 

Hambatan Untuk Menghormati Keragaman

Meskipun jumlahnya banyak, tiga hambatan terbesar untuk wujudkan sinergi adalah ketidaktahuan, kelompok, dan prasangka.

  • Ketidaktahuan. Artinya kamu tidak tahu apa-apa. Kamu tidak tahu bagaimana perasaan atau pendapat orang lain, atau apa yang pernah mereka alami.
  • Kelompok. Tidak ada salahnya nongkrong bersama teman-teman yang membuatmu merasa nyaman.
  • Prasangka. Sungguh memilukan bahwa kaum minoritas dan wanita sering kali menghadapi hambatan tambahan untuk dikesampingkan dalam kehidupan akibat dari prasangka banyak orang.
Membela Keragaman

Keadaan sangat mengerikan yang seharusnya jangan sampai dialami siapapun. Jadi, tunggulah waktu untuk menunjukan keberaniannmu, saat kamu dapat menghentikan perbuatan mem-bully orang lain, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Wujudkan Sinergi

Rencana tindakan wujudkan sinergi adalah panduan yang dapat digunakan dalam segala macam situasi. Langkah-langkahnya tidak harus selalu berurutan, dan kamu tidak selalu harus melakukan semuanya.

Kerja Sama Tim dan Sinergi

Kerja sama tim biasanya dilakukan oleh sedikitnya lima jenis orang yang berlainan, dan setiap anggota memiliki peran berbeda, tetapi penting.

sumber : 7 kebiasaan remaja yang efektif

Habit 7: Asahlah Gergaji

“Kita tidak boleh terlalu sibuk menggergaji saja, tetapi luangkanlah waktu untuk mengasah gergaji.” – COVEY..

Read more

Habit 7: Asahlah Gergaji

“Kita tidak boleh terlalu sibuk menggergaji saja, tetapi luangkanlah waktu untuk mengasah gergaji.”
– COVEY

Mengasah gergaji berarti melestarikan dan meningkatkan keseimbangan yang Anda miliki. Ini berarti sangat penting memiliki program yang seimbang untuk pembaruan diri dalam empat bidang kehidupan Anda: fisik, sosial / emosional, mental, dan spiritual. Berikut ini beberapa contoh kegiatan:

  • Fisik: Makan bermanfaat, berolahraga, dan istirahat
  • Sosial/Emosional: Membuat hubungan sosial dan bermakna dengan orang lain
  • Mental: Belajar, membaca, menulis, dan mengajar
  • Rohani: Menghabiskan waktu di alam, mengembangkan diri spiritual melalui meditasi, musik, seni, doa, atau pelayanan

Ketika Anda memperbarui diri di masing-masing dari empat bidang, Anda menciptakan pertumbuhan dan perubahan dalam hidup Anda.

Mengasah gergaji membuat Anda tetap segar sehingga Anda dapat terus berlatih enam kebiasaan lainnya. Anda meningkatkan kapasitas Anda untuk menghasilkan dan menangani tantangan di sekitar Anda. Tanpa kebiasaan ini, tubuh menjadi lemah, pikiran tidak jelas, emosi tidak terkontrol, jiwa tidak peka, dan orang itu egois. Bukan gambaran yang bagus, bukan?

Seimbang Itu Lebih Baik

Mengapa keseimbangan begitu penting? Karena prestasimu dalam salah satu dimensi kehidupan akan memengaruhi dimensi lainnya.

Luangkan Waktu Untuk Istirahat

Kamu perlu waktu istirahat untuk menyegarkan kembali hal terbaik bagimu-dirimu! Waktu santai dan memanjakan diri sangatlah penting.

sumber : 7 kebiasaan remaja yang efektif